Why Philippines ?

Saat ini aku sedang berada di Provinsi Cebu Philippines, setelah menginjak minggu ke 3 hingga 2 bulan kedepan dan akan menetap dikota ini, sedikit banyaknya aku sudah bisa mengamati situasi LGBT di negara ini, terlebih aku juga agak sedikit kepo tentang kehidupan sosial mereka didalam lingkungan keluarga dan masyarakat, ada beberapa kondisi yang berbeda antara Philippines dengan Indonesia, meskipun Indonesia boleh dikatakan negara yang lebih berkembang daripada Philippines, namun melihat dari masalah per-homo-an yang selama ini terjadi, masyarakat di Philippines justru lebih open minded atau lebih bisa menerima yang namanya keberagaman seksual dan ekspresi LGBT, disela-sela waktu yang singkat penulis mencoba untuk mewawancarai seorang Transgender yang juga pernah mengunjungi Bali, Indonesia.

Ada beberapa fakta unik mengenai LGBT di Philippines yang sudah dirangkum secara singkat, yuk kita simak :

1. Di negara ini remaja LGBT jarang sekali mengalami self- stigma, karena rendahnya stigma dan diskriminasi dilingkungan keluarga dan masyarakat hal tersebut membantu remaja LGBT lebih menghargai dirinya sendiri dan menjadi diri mereka apa adanya sedini mungkin, bahkan aku merasa bangga ketika diperkenalkan kepada remaja berusia 9 tahun yang berani mengakui bahwa dirinya adalah seorang Transgender yang berbahagia.

2. LGBT Fiendly dalam lingkungan bermasyarakat tentu tidak bisa membatasi pergaulan seorang LGBT hanya bisa berteman dengan sesama LGBT saja, disini dibuktikan bahwa banyak dari masyarakat yang bukan LGBT lebih memilih berteman dengan LGBT karena urusan kenyamanan dan kegembiraan.

3. Menjadi LGBT yang pintar, orang tua di negara ini tidak mempermasalahkan jika anaknya adalah seorang LGBT asalkan mereka rajin dan fokus belajar hingga lulus sekolah atau sarjana.

4. Pemerintahan, Perusahaan dan Pendidikan tidak menolak LGBT, siapapun bisa belajar dan bekerja sesuai dengan keinginan serta kemampuannya, namun didalam sektor pendidikan sekolah atau universitas masih memiliki aturan yang membuat kurang nyaman remaja LGBT, seperti seragam yang mana harus disesuaikan dengan jenis kelamin mereka.

Di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katholik ini, membuat gereja-gereja disini sangat ramah terhadap LGBT dan mampu menerima mereka dalam melakukan rutinitas ibadah yang mereka lakukan.

Sahabat Ardians sebetulnya siapapun kita, dimanapun kita, jika kita selalu memberikan yang terbaik untuk diri kita sendiri dan orang-orang disekeliling kita, begitupun yang akan kita dapatkan dari mereka adalah kebaikan, jangan permasalahkan apa yang mereka lakukan kepada kita jauh sebelum kita sendiri mengetahui apa yang sebenarnya sudah kita lakukan untuk mereka.

Mungkin akan sangat sulit jika kita ingin merubah situasi di negara Indonesia menjadi lebih ramah terhadap LGBT, namun yakinlah jika kita senantiasa menjadi pribadi LGBT yang baik, maka perubahan itu akan kita capai bersamaan.

Narasumber : Naffi Arela

5 tanggapan untuk “Why Philippines ?

Tinggalkan Balasan ke dennypras Batalkan balasan