Siapa Bisa Menolak Takdir Sebagai Gay?

Bermula dari sebuah perasaan dalam diri, seringkali hatiku berbicara ingin hidup apa adanya, melepaskan semua balutan kepalsuan yang melekat didalam tubuh, memang selama ini aku hidup dalam sebuah kepura-puraan, semuanya aku bungkus dengan sempurna sehingga orang lain tak dapat menciumnya, termasuk keluarga yang dalam sepenuh hidupku selalu bersama, namun hari demi hari aku memberanikan diri untuk membuka sedikit balutan kain yang selama ini menutupi tubuh, termasuk bagian terkecil didalam organ yang paling dalam yaitu ‘’HATI’’.

Hati yang selalu diidentikan pada sebuah perasaan adalah suatu hal yang tidak bisa dibohongi oleh setiap pribadi akan sebuah jati diri, perlahan aku buka sedikit demi sedikit akan semua hal yang aku tutupi selama 20 tahun silam, semenjak aku terlahir aku sudah merasakan bahwa aku berbeda dengan teman-teman bermainku, aku tidak tahu perasaan ini apa namanya, yang jelas aku menganggumi sosok laki-laki yang memiliki ekspresi sama persis dengan diriku sendiri.

Aku tidak pernah berkata bahwa perasaan ini salah, aku meyakinkan diriku bahwa semua ini adalah hal yang wajar dan merupakan goresan takdir yang sudah Tuhan tentukan, aku harus mencintai diriku apa adanya, aku akan selalu menghargai diriku sendiri jauh sebelum oranglain dapat menghargai aku sebagai seorang ‘’Homoseksual’’.

Disaat aku remaja banyak sekali manusia yang menilai bahwa perasaan yang aku miliki ini salah, mereka berkata bahwa mencintai sesama jenis itu berdosa besar, namun kembali aku dapat berdamai dengan diriku sendiri, aku tetap menghargai dan mencintai diri ini apa adanya, jika aku hendak menyalahkan takdir, patutkah aku menyalahkan Tuhan yang sudah menciptakan ini semuanya ?

Terkadang aku selalu berharap dalam do’a suatu saat aku akan diterima oleh semua orang, oleh keluargaku yang sangat aku sayangi, oleh negara yang sangat aku hormati dan oleh Tuhan yang aku percaya.

Kenapa Tuhan menciptakan jenis-jenis warna, kenapa Tuhan menciptakan jenis-jenis benda, kenapa Tuhan menciptakan jenis-jenis  bunga, jika semua itu tidak memiliki fungsi dan nilai yang baik bagi kita semua.

‘’Dunia akan bernilai jika semuanya merasa dihargai dan dibutuhkan, kita semua hanyalah manusia dan tanpa terkecuali, siapapun bisa melakukan kebaikan dan memperoleh kebaikan’’

2 tanggapan untuk “Siapa Bisa Menolak Takdir Sebagai Gay?

Tinggalkan Balasan