Pengalaman Berpacaran Dengan Pria Thailand

Sahabat Ardians, kali ini aku ingin sedikit bercerita mengenai pengalamanku menjalin hubungan dengan pria Thailand, pertemuan kami berawal disaat dia sedang bertugas di Jakarta, dan pada saat itu seseorang mengirimkan pesan melalui facebook pribadiku, orang tersebut mengirimkanku sebuah foto buah salak disalah satu pusat perbelanjaan keluarga di Indonesia, sebut saja namanya Carrefour .

Orang tersebut bertanya, ini buah apa sih? dan aku menjawab bahwa itu adalah buah salak, saat itu pada tahun 2013 yang mana aku baru satu kali berkunjung Thailand, jadi aku tidak begitu familiar dengan negara tersebut selain makanannya yang enak serta masyrakatnya yang ramah.

Asumsiku mungkin di Thailand tidak ada buah salak atau mungkin dia tidak pernah makan buah salak, jadi aku memberikan dia sedikit informasi bahwa salak ada buah yang enak dan popular di Indonesia.

Pasca percakapan tersebut, aku juga banyak bertanya mengenai identitasnya, kenapa tiba-tiba dia ada didalam facebook pribadiku tanpa aku kenal sebelumnya, dan ternyata dia adalah rekan kerja dari salah satu temanku yang berwarga negara Thailand. Setelah itu komunikasi semakin intens dan hampir setiap hal dia bertanya kepadaku termasuk mengomentari sebuah kue lapis yang menurutnya rasanya sangat mengagumkan.

Beberapa hari setelahnya kami berencana untuk bertemu, aku menjemputnya di hotel Grand Melia Jakarta dan aku membawa dia makan malam di sebuah Thai Restaurant di sebuah Mall yang tidak jauh dari hotel tersebut. Seiring berjalannya waktu hubungan kami semakin dekat dan kami memutuskan untuk berpacaran.

Pada suatu saat, aku bermaksud untuk mengunjunginya pada malam pergantian tahun baru 2014, setelah semua persiapan selesai seperti membeli tiket pesawat dan sebagainya, dia juga memintaku untuk membawa buah salak dan sepotong kue lapis untuknya, berhubung saat itu aku sedang berada di Jogjakarta, aku juga membawakan beberapa hadiah untuknya beserta keluarganya.

Setibanya aku di Thailand, aku dibawa ke rumah keluarganya dan dikenalkan kepada mereka bahwa aku adalah kekasihnya dari Indonesia, cukup kaget sebetulnya bahwa keluarga dia bisa menerimaku dengan baik, Ayah dia adalah seorang dokter, dan karena aku bekerja pada bidang kesehatan, akhirnya komunikasi kamipun terjalin dengan baik, terutama Ibu dia adalah orang yang sangat ramah, dia beberapa kali memelukku dan terlihat bahwa dia sangat bahagia.

Meskipun kemampuan bahasa Inggris kami terbatas, namun dengan senyum dan perlakukan yang hangat, semua dapat terjalin dengan baik, hampir setiap hari Ibu selalu menyuruh pacarku itu untuk membawaku ke rumahnya dan kami pergi jalan-jalan bersama seperti ke Pattaya dan beberapa kota lainnya.

Selama 1 Minggu aku tinggal dirumah pacarku, dia tinggal bersama kedua anjingnya yang bernama Khoe dan Ming-Ming, namun pada beberapa hari terakhir Ibu meminta kami untuk tidur dirumahnya karena mereka ingin memasak makanan khas Thailand untuk kami berdua.

Setiap pacarku pergi bekerja, adiknya selalu menemaniku baik pergi berbelanja ataupun kesuatu tempat wisata, ah pokoknya ini adalah pengalaman berpacaran yang membahagiakan.

Hingga pada hari ke 10, aku harus kembali ke Indonesia, sebelumnya semua keluarganya membawaku ke sebuah super market dan membelikanku banyak sekali belanjaan, termasuk 1 box besar MAMA CUP NOODLES yang selama di Thailand menjadi Mie Instant Favoritku.

Diantarkannya aku ke Bandara hingga menuju pintu imigrasi, rasa bahagiaku kemudian berakhir karena harus berpisah dengan keluarga baruku disana.

Sesampainya di Indonesia, aku melanjutkan keseharianku seperti biasa, tetap berkomunikasi dengan baik dengannya dan keluarganya, namun pada suatu hari seseorang mengirimkanku sebuah pesan dan mengatakan bahwa dia adalah pacar dari kekasihku di Thailand, cukup upset dan aku melakukan klarifikasi dan ternyata tidak terespon dengan baik, lalu kami memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan ini, dan kami memilih untuk bersahabat.

Setelah putus dengan dia, tidak ada yang berubah pada hubunganku dengan keluarganya, hapir setiap kali aku berkunjung ke Thailand aku minta dijemput oleh mantanku itu, dan mengunjungi keluarganya disana dengan membawakan beberapa helai baju batik berwarna merah kesukaan Ibunya.

Hal yang bisa aku pelajari dari hubungan ini adalah segala sesuatu yang aku raih dengan cepat, ternyata mudah hilang dengan cepat, mungkin saat itu aku perlu belajar bagaimana berproses dalam membangun kedekatan dengan siapapun sebelum memutuskan untuk menjalin suatu hubungan yang lebih serius.

Selain itu, dalam hubungan berpacaran aku merasa bahwa membangun kedekatan dengan keluarga dapat menjadi penting, apabila aku bersama pasangan sudah sama-sama terbuka atas orientasi seksual yang kami miliki.

3 tanggapan untuk “Pengalaman Berpacaran Dengan Pria Thailand

Tinggalkan Balasan ke Bagas Batalkan balasan