Orang HIV Positif Dalam Percintaan

Berawal disaat aku berefleksi mengenai kehidupan percintaanku sebagai orang yang hidup dengan HIV. Bagaimanapun hal ini tidak semudah orang-orang yang memiliki status HIV negatif, ada tantangan tersendiri mengenai bagaimana orang-orang yang positif HIV dapat menemukan pasangan yang baik, mulai berkencan, dan memelihara hubungan yang bahagia.

Menemukan cinta sebagai orang yang positif HIV, dan sebetulnya hal ini berlaku untuk siapapun, mengharuskanku untuk mencintai diri sendiri, terlebih dahulu. “Dan, itu termasuk pada diriku sendiri yang hidup dengan HIV.” Aku mungkin harus keluar dari “Stigma HIV.” dengan mendapatkan dukungan dari teman, keluarga, rekan kerja, atau profesional yang bekerja pada bidang HIV jika memungkinkan. Dan, selain itu aku juga harus berani untuk berbicara dengan terapis atau konselor profesional dalam membantu mengatasi masalah atau kekhawatiranku dalam menghargai diriku sendiri.

Dalam beberapa tahun ini, sejujurnya aku masih memilih untuk hanya berkencan atau berpacaran dengan orang lain yang juga hidup dengan HIV, yang mungkin lebih mudah bagiku dalam menjalaninya tanpa sebuah rasa khawatir tentang penolakan karena aku HIV positif. Meskipun banyak orang yang memiliki status HIV negatif dan dapat memahami informasi dengan baik, mampu menerima status HIV aku ini, namun rasa kekhawatiranku terhadap penolakan sangatlah besar, karena aku tau bahwa penolakan itu sangat menyakitkan, terlebih dengan alasan utama status kesehatan sebagai HIV positif yang sampai mati tidak akan pernah berubah. Ada beberapa pengalaman unik yang pernah aku alami ketika dalam beberapa bulan aku telah dalam proses pendekatan bersama seorang pria, dan sebelum aku dengan dia memutuskan untuk berpacaran, aku mengungkapkan status HIV ini terlebih dahulu, namun sayang dia sepertinya khawatir bahwa hal sederhana akan menularkan virus HIV ini kedalam tubuhnya, meskipun aku sudah memberikan penjelasan, namun hal tersebut tidak dapat membuatnya untuk tetap bertahan.

Beberapa pengalaman tersebut tentu membuatku sedikit minder dalam memulai setiap hubungan yang baru, namun bagaimanapun dalam hubungan berpacaran aku harus berani jujur dalam mengungkapkan semuanya, meskipun resiko yang mungkin saja terjadi bahwa aku harus kembali berurusan dengan sebuah penolakan.

Aku paham betul bahwa rasa minder dengan status HIV ini sangatlah tidak baik untuk dimiliki. Aku merasa tidak percaya diri ketika harus memulai suatu percakapan tatap muka bersama orang baru yang aku kenal. Hatiku bergejolak, malu dan merasa rendah diri ketika harus memulai sebuah proses pendekatan. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir aku telah berusaha untuk meminimalisir masalah ini, seperti berusaha dalam membiasakan diri untuk terbuka mengenai status HIV kepada siapapun, salah satunya dengan menulis pada blog ini, sama halnya ketika aku berusaha mengelola rasa malu ketika terbuka sebagai seorang gay, dan dengan sebuah usaha akhirnya aku dapat berbangga hati akan perbedaan orientasi seksual yang aku miliki, jika hal ini aku rasa cukup berhasil, bukankah akan menjadi baik jika hal yang sama aku lakukan dalam mengelola rasa malu sebagai seorang HIV positif?

Dengan terbuka seperti ini mungkin akan mengurasi drama-drama cinta yang mungkin saja terjadi, dan ini juga dapat mengurangi rasa sakit hati karena sebuah penolakan dan ditinggalkan secara tiba-tiba, let say sebelum aku dekat dengan seseorang, maka orang tersebut sudah mengetahui mengenai siapa dan bagaimana aku yang sebenarnya.

Satu tanggapan untuk “Orang HIV Positif Dalam Percintaan

Tinggalkan Balasan