My Sensitive Heart

Aku selalu menyadari bahwa aku adalah orang yang terlalu sensitif, mungkin aku perlu berhenti untuk menganggap bahwa semua hal itu bersifat serius. Pada hari-hari baik aku merasa tidak cukup bahagia meskipun aku berada ditengah keramaian para sahabat dan pada hari-hari buruk aku merasa sangat gugup dan cemas, tidak jarang aku mengalami insomnia dalam beberapa tahun ini. Aku merasa bahwa hati dan pikiranku mudah sekali dirasuki oleh berbagai masalah, bukan hanya masalah diriku sendiri, namun aku juga akan memiliki rasa sedih dengan masalah yang orang lain miliki.

Mungkin ini juga mempengaruhi kisah persahabatan dan juga kisah percintaanku, dimana aku sangat merasa sulit untuk memperluas pertemanan bersama orang-orang yang baru aku kenal, begitupun dengan percintaan, sangat sulit bagiku untuk memulainya.

Aku cenderung pasif dalam memulai suatu hubungan, maka setiap orang akan menilai bahwa aku adalah pribadi yang sombong, padahal aku merasa bahwa aku tidak, aku orang yang cukup baik dan ramah sesuai dengan apa yang aku lakukan pada orang-orang yang cukup mengenalku dengan baik, aku memiliki sifat yang lembut dan penyayang, tapi sisi buruknya adalah aku akan menjadi orang gila disaat aku merasa sedih atau melihat suatu kesedihan.

Aku akan merasa kesal dan marah, apabila aku tidak dapat membantu banyak orang, meskipun aku sendiri masih membutuhkan bantuan, ada satu hal yang masih aku ingat ketika aku sedang bepergian, aku melihat seorang pemulung yang tidak menggunakan sandal, tanpa berpikir panjang otakku turut merasakan kesedihan yang dia alami, dan secara refleks aku memberikan sandal yang sedang aku pakai untuk bapak tua tersebut, aku akan merasa menyesal dan bahkan aku akan berlarut dalam kesedihan jika aku tidak menolongnya.

Sudah banyak hal yang aku lakukan seperti bermeditasi ataupun bercerita kepada konselorku, meskipun mereka berkata bahwa aku tidak akan pernah bisa merubah dunia, tapi tetap saja aku ingin sekali merubah dunia, aku tidak ingin didunia ini ada masalah atau kesedihan, yang secara tidak langsung membuat hidupku menjadi depresi.

Perasaanku terlalu peka dalam menyambut rasa haru, that’s why aku juga mudah terbawa perasaan didalam masalah percintaan, terlebih jika menemukan sosok yang mencerminkan kelembutan.

Aku merasa bahwa aku sangat berbeda dari para sahabatku, ketika mereka mampu untuk berpikir secara logis, namun aku masih masih saja terpaku dalam sifat berpikir dan memendam semuanya didalam hati dan pikiranku.

Aku tidak tahu kenapa, bahagianya bahwa kepekaanku ini dapat banyak membantu membahagiakan orang lain, meskipun terkadang juga mampu merepotkan hidupku sendiri.

4 tanggapan untuk “My Sensitive Heart

Tinggalkan Balasan