Ketua MPR: Polres Aceh Tak Hormati Kemanusiaan, Belasan Waria “Digunduli”

Sahabat Ardians, masih ingat dengan peristiwa beberapa saat lalu yang banyak menyakiti para sahabat LGBT di Indonesia? Ketika Polres Aceh Utara dengan sengaja mengambil langkah yang tidak berprikemanusiaan kepada warganya yang juga manusia.

Selain menjadi perhatian berita nasional, kasus inipun ramai diberitakan dibeberapa media internasional atas pelanggaran hak asasi manusia dalam mengekspresikan dirinya sendiri, sungguh nama Indonesia menjadi tercoreng, sebabnya negara yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini, tidak menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman didalam kehidupan dan pelaksanaannya, terlebih hal ini dilanggar oleh kepolisian setempat yang seharusnya berperan untuk melindungi masyarakat tanpa terkecuali.

Seperti yang aku kutip dari sebuah berita, Ketua MPR “Zulkifli Hasan” juga turut berkomentar atas peristiwa yang memalukan ini, bahkan beliau juga menilai bahwa tindakan tersebut tidak menghormati hak-hak kemanusiaan, karena belasan waria di Aceh Utara tersebut digunduli sebelum mendapatkan pembinaan dari pemerintah setempat.

“Oh itu ndak boleh. Rambutnya digunting dibotakin? itu nggak boleh, sudah melanggar hak-hak orang. Nggak bener itu. Itu nggak menghormati hak kemanusiaan dong. Coba rambutnya yang nangkep itu dicukur juga. Kan nggak boleh gitu. Sewenang-wenang itu,” kata Ketua MPR “Zulkifli Hasan”.

Zulkifli Hasan meminta semua pihak untuk tak menzalimi waria tersebut. Yang lebih penting, kata Zulkifli, adalah membina perilakunya untuk menjadi lebih baik.

“Gini, jangan menzalimi orangnya, tapi perilakunya. Kalau orangnya itu harus dirangkul, dididik, diberi pendidikan, diberi pelatihan. Jadi perilakunya yang diperbaiki, bukan orangnya yang diperlakukan sewenang-wenang itu tidak boleh,” ujarnya.

Penangkapan waria ini dilakukan personel Polres Aceh Utara dan polisi Syariah Aceh Utara pada Sabtu (27/1) malam. Ada 12 waria yang ditangkap saat berada di salon pada dua kecamatan di sana. Setelah dibekuk, mereka dibawa ke Polres dan dibina.

Sungguh menakutkan, ketika polisi mengambil langkah dalam mengelola hukum moral bagi masyarakatnya yang tidak mengganggu kepentingan hidup orang lain, mungkin polisi perlu mengkaji kembali mengenai peran-perannya apakah mereka bertugas untuk menjaga keamanan negara dari para pelaku kriminal, atau justru bertugas untuk mengatur kepribadian manusia dalam menentukan ekspresi serta kebahagiaanya.

Hanya satu do’a untuk para polisi di Aceh Utara yang sudah bermain hakim sendiri, semoga kelak keturunannya dapat merasakan apa yang kemarin sahabat LGBT di Aceh rasakan.

Salam Keberagaman.

Sumber Berita : Detik.com

2 tanggapan untuk “Ketua MPR: Polres Aceh Tak Hormati Kemanusiaan, Belasan Waria “Digunduli”

Tinggalkan Balasan