Kekuatan Cinta LGBT Dalam Meraih Medali Olimpiade

Pada beberapa waktu yang lalu, ketika para petinggi di Indonesia melakukan rapat terkait kriminalisasi LGBT, mereka terlalu berfokus dan cenderung mencari-cari celah atas berbagai masalah didalam kelompok LGBT, mereka tidak pernah melihat bagaimana kelompok LGBT juga mampu berprestasi, seperti salah satu contoh atlet didalam berita ini, sepasang kekasih LGBT yang selalu mengharumkan nama negaranya. Begitupun dengan beberapa atlet di Indonesia yang mungkin teridentifikasi sebagai kelompok LGBT, hanya saja karena diskriminasi di Indonesia masih sangat tinggi, sehingga membuat mereka masih merahasiakannya.

Pemain ganda putri bulutangkis Denmark telah mengungkapkan bahwa mereka telah berada dalam hubungan rahasia selama delapan tahun lamanya, dan mengatakan bahwa menjadi pasangan kekasih telah membantu kesuksesan mereka didalam pertandingan.

Christinna Pederesen, berusia 31 tahun, dan Kamilla Rytter Juhl berusia 33 tahun, sangat terkenal dikalangan pecinta bulutangkis Indonesia dengan sebutan “Duo Tante” karena usia keduanya terbilang sudah tidak muda lagi. Saat ini mereka berada di peringkat tiga dunia dan telah menjadi salah satu tim ganda yang paling tangguh dalam olahraga tersebut.

Dalam lima tahun terakhir, pasangan ini telah memenangkan Kejuaraan Eropa sebanyak empat kali, dan juga meraih medali perak olimpiade pada tahun 2016 lalu, Tapi sampai hari ini, keterlibatan pasangan super romantis itu masih dijaga ketat karena khawatir akan mengurangi perhatian dari prestasi mereka.

“Kami menginginkan pengakuan, dan sekarang kami merasa memiliki itu, yang membuatnya merasa tepat saat memberi tahu publik terkait hubungan yang mereka jalani.” Alasan kedua adalah untuk menjaga hubungan mereka terkait keamanan, kata mereka, karena sejumlah negara dimana mereka telah bermain berpotensi mempermasalahkan bagi pemain dalam hubungan sesama jenis. “Itulah sebabnya kami membuat keputusan untuk tidak membicarakan hubungan ini sebelum kami siap dalam keadaan sportif. Kami harus siap untuk tidak bermain dibeberapa negara, “kata Juhl.

Pedersen juga mengatakan: “Kami sebenarnya tidak tahu apa yang ada untuk kami, tapi kami percaya dan berharap semua orang masih melihat kami sebagai pemain bulutangkis yang selama ini kami jalani”.
‘Hal terburuk yang bisa terjadi adalah kami akan mendapatkan ancaman pembunuhan, dan jika itu terjadi, kami akan mempertimbangkannya sebelum kami pergi mengikuti sebuah turnamen dibeberapa negara. Kami telah mencapai titik tertinggi dalam karir kami, seperti misalnya kami harus keluar dari beberapa turnamen, karena sebuah penolakan, dan kami akan melakukannya demi keselamatan.

Mereka mengatakan bahwa mereka memulai hubungan mereka sejak tahun 2009, setahun sebelum mereka menjadi pasangan di setiap pertandingan. Pedersen menambahkan: “Saya pikir salah satu alasan mengapa kami menjadi begitu baik di nomor ganda putri adalah karena kami merupakan pasangan didalam dan diluar lapangan. Kami memiliki banyak cinta satu sama lain dan juga suka bermain ganda bersama. Kebahagiaan yang banyak diperhatikan saat kami berada di lapangan. Kami benar-benar merasa bahagia bisa bermain dan mengalaminya bersama.

Sumber: Mail Online

Tinggalkan Balasan