Gay Modern VS Gay Pra-Sejarah

Kali ini aku ingin membahas mengenai sejarah Gay dimuka bumi ini, yang selalu dikaitkan dengan kaum sodom pada zaman Nabi Luth AS, pada tulisan ini aku tidak bermaksud untuk menistakan Agama tertentu ya, tapi inilah hidup manusia, bukankah kita semua berhak untuk mengemukakan pendapatnya? sebagai seorang Gay yang hidup di zaman modern ini,tentunya aku sedikit muak manakala kita selalu di identikan dengan Gay pada zaman pra-sejarah, meskipun aku bukan seorang pakar mengenai sejarah dan ilmu agama, tapi aku selalu menggunakan akal dan pikiranku untuk menganalisa ilmu yang aku dapat dari guru disaat masih sekolah.

Ketika beberapa kelompok memiliki kepentingan atas sesuatu hal, dengan mengkriminalkan atau mendosakan diriku sebagai Homoseksual, mungkin itu gak jauh berbeda dengan apa yang aku lakukan saat ini, aku pun memiliki kepentingan untuk membuat hidupku menjadi lebih indah, membuat telingaku nyaman dari cacian dan membuat perjalananku bersinar dari pandangan sebelah mata.

Dalam kehidupan di dunia ini, tentunya aku harus bisa membedakan, mana yang menjadi urusan ketuhanan, dan mana yang menjadi urusan kemanusiaan, 2 hal yang berbeda tentunya memiliki peran yang berbeda juga bukan? salah satu istilah yang sering aku dengar, tentang kedudukan hukum-hukum dalam ajaran Agama Islam, yang sudah ditetapkan bagi umat manusia adalah tentang “Hablumminallah” dan “Hablumminannas” well seperti apa sih itu ?

“Hablumminallah” yang aku pahami itu adalah hal-hal yang mengatur peranku sebagai manusia dalam melakukan ibadah, yang aku lakukan secara langsung kepada Tuhan yang aku percaya, jadi semuanya hanya antara aku dengan Tuhan. Aku yakin bahwa tidak ada manusia yang berhak menilai kadar dosa apalagi mengatur baik/ buruknya antara hubungan yang sedang aku jalani dengan Tuhanku ini.

“Hablumminannas” yang aku tau bahwa hal ini mengatur akan kehidupanku dalam bermasyarakat, mengenai peran sosial, bagaimana aku menghargai pendapat orang lain, bagaimana aku menjalin hubungan yang baik dimasyarakat, mengenai kesopanan, hak asasi manusia dan kewajiban dalam bernegara, bahkan hingga hukum pidana dan perdata pun harus kembali disesuaikan dengan budaya yang ada, karena ini berkaitan dengan hubungan seluruh umat manusia dinegara tersebut, sebagai contoh bahwa hukum yang diterapkan di negara Negara Arab, tidak bisa diterapkan di Indonesia, begitupun sebaliknya, karena dari setiap negara memiliki keunikan serta budaya yang berbeda-beda.

Setelah aku pahami mengenai perbedaan kedua hal tersebut, tentunya aku juga bisa dong membedakan antara diriku dengan kaum sodom pada zaman Nabi Luth, yuk kita simak satu poin saja dulu :

Aku Gay modern, karena aku ngerasa kalau aku ini umatnya Nabi Muhammad SAW, Nabi sekaligus Rasul yang terakhir diutus oleh Tuhan, jadi salah besar jika kalian menilaiku ini umatnya Nabi Luth, karena sudah seharusnya kita move on dari cerita Gay di zaman Pra-Sejarah, jika perilaku Gay modern sepertiku ini masih disamaratakan dengan perilakunya kaum sodom umat Nabi Luth, itu sudah dipastikan sangat salah besar, kenapa ?

Gay modern sepertiku melakukan hubungan seksual dengan pasangannya berdasarkan azas kesepakatan, jadi diantara keduanya tidak boleh ada yang merasa terpaksa, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, tidak ada bentuk kekerasan, sungguh jauh berbeda dengan kisah kaum sodom pada zaman Pra-Sejarah, mereka memaksa bahkan memperkosa kaum laki-laki yang bukan dari kalangan Homoseksual, menurutku siapapun orangnya, mau mereka itu kalangan Homoseksual ataupun Heteroseksual (seseorang yang memiliki ketertarikan kepada jenis kelamin berbeda), barang siapa yang berbuat jahat/ menyakiti/ melukai diri dan hati orang lain ya siap-siap saja mendapatkan karma-nya, jadi bukan karena kita seorang Gay kita dihukum, tapi lebih kepada perbuatan yang kita lakukan, mungkin saja karena kita adalah orang-orang yang jahat serta hobby membuat oranglain tersiksa, aku yakin banget Tuhan gak akan menilai baik atau buruk seseorang dari orientasi seksualnya kok.

Sebagai manusia aku selalu membuka mata, hati dan pikiranku, apapun yang terjadi, yang penting aku harus selalu menjalankan hidup dengan sebaik-baiknya serta penuh dengan rasa tanggung jawab (care sama diri gw sendiri & lingkungan disekitar), aku tau apa yang baik untuk dilakukan, karena Tuhan selalu berada didalam hati kita semua, dia yang akan menentukan semuanya terjadi.

“Jika kita menjadi Gay yang baik, maka kebaikanlah yang akan kita terima, semuanya akan berlaku tanpa Tuhan mempermasalahkan apa yang sekelompok orang permasalahkan”

2 tanggapan untuk “Gay Modern VS Gay Pra-Sejarah

  1. Gw juga sangat setuju banget dengan pernyataan ini, yang penting apa yang kita lakukan selama tidak merugikan orang lain ataupun menyinggung bahkan melukai orang lain… kenapa TIDAK??
    Karena pada dasarnya kita adalah sama-sama makhluk ciptaanNya yang tidak boleh dibeda-bedakan. Berdosa atau tidak yang kita lakukan, itu urusan TUHAN. Karena TUHAN lah yang berhak menilai orang berdosa atau tidak dan bukan manusia. Yang penting selama kita selalu mematuhi segala PERINTAHNYA, dan tidak melanggar segala bentuk ajaranNya, kita gak perlu takut ataupun cemas.
    Yang perlu kita ingat sebagai manusia, kita punya HAK yang sama, termasuk HAK SEKSUAL kenama kita mau salurkan yang penting buat kita dan orang yang bersama kita merasa nyaman dan bisa saling memberi kupuasan serta tidak merasa terpaksa maupun dipaksa.

Tinggalkan Balasan