Apakah Gay Bisa Menikah?

Sekarang mari kita sedikit membahas mengenai pernikahan, di Indonesia pada umumnya pernikahan cuma bisa dilakukan oleh dua orang yang memiliki jenis kelamin berbeda (pria dan wanita), seperti yang udah diatur dalam undang-undang pernikahan.

Katanya pernikahan itu adalah suatu hal yang sakral, mengikrarkan janji suci dengan seseorang yang dicintainya, serta mendapatkan pengakuan dari keluaraga dan masyarakat tentang hubungan yang sedang dijalani, meskipun gak jarang pernikahan juga bisa berujung pada perceraian, berarti bisa aku simpulkan bahwa pernikahan bukanlah suatu kepastian, bagi mereka yang sedang menjalani sebuah relasi akan terus berdua selamanya, tapi meskipun begitu aku sebagai seorang Gay terkadang ngerasa ingin melakukan pernikahan tersebut dengan seseorang yang aku cintai, tapi pengennya nikah sama pria loh ya hahaha

Tapi bagaimana dengan seorang Gay atau mungkin Waria yang punya rencana untuk menikah dengan lawan jenisnya ? apakah itu boleh ?
Sebagai mahluk sosial terkadang kita selalu menghakimi bahwa segala hal yang berbeda dengan prinsip hidup kita itu adalah salah, maka benar adanya, dalam setiap hati manusia memiliki beragam sifat seperti orang yang baik, sopan, sombong, angkuh, toleransi, egois dan lainnya maka udah gak heran lagi jika segala sesuatu yang dilakukan oleh orang tersebut akan diperdebatkan, tapi tunggu dulu… kita kembali kepada tujuan pernikahan itu sendiri ?

Menurut perspektifku bahwa pernikahan bukanlah mengenai hubungan seksual aja, bukanlah mengenai melepas keperawanan ataupun keperjakaan seseorang, kalau kita sudah saling menyayangi dan sudah menemukan orang yang tepat untuk dijadikan sahabat terbaik didunia, ya kenapa tidak untuk melakukan pernikahan tersebut ?

Semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam menjalani proses hidupnya masing-masing, selagi hal itu gak merugikan bagi kehidupan orang lain, dan aku rasa sih setiap pasangan yang akan menikah, pasti sudah memiliki azas kesepakatan untuk saling menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangannya, misalnya si wanita sudah bisa menerima bahwa calon suaminya adalah seorang Gay atau seorang Biseksual, selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah Gay juga memiliki hak untuk menentukan kebahagiaan seksual dan reproduksinya loh, mereka sangat boleh menikah dan melangsungkan keturunannya secara bilogis dengan seorang wanita yang dicintainya.

“Seseorang yang mampu menentukan hidupnya untuk melakukan pernikahan atau tidak ialah orang itu sendiri”

 

4 tanggapan untuk “Apakah Gay Bisa Menikah?

  1. Hidup adalah pilihan, begitu juga dengan menikah atau tidak menikah merupakan pilihan. Setiap orang mempunyai hak yang sama, untuk dicintai dan mencintai tanpa harus melihat status sosial seseorang termasuk orientasi seksualnya.
    Bagi seorang GAY juga tidak ada salahnya untuk menikah demi melangsungkan reproduksi. Satu hal yang perlu diingat yaitu jangan PERNIKAHAN ITU HANYA DIJADIKAN SEBAGAI STATUS SAJA dan setelah itu tidak melaksanakan kewajibannya sebagai pasangan suami – istri yang syah dan setelah itu bercerai dengan dalih yang seabrek. Akhirnya setelah bercerai masing2 mendapat status, dan bagi KAUM GAY akan bangga dan mengatakan pada semua orang “kalo gw juga pernah nikah lho…” (demi menutupi kemunutipi kemuafikannya).

    “Jangan sekali-kali membohongi perasaan sendiri, karena itu sama artinya menyakiti diri sendiri”

  2. Pak Penulis.
    Pernikahan itu sakral, tidak hanya hubungan dengan manusia, tapi juga dengan Tuhan.
    Pernikahan pria gay dengan seorang perempuan adalah hal yg tidak bisa dibenarkan, kecuali pernikahan tersebut konsisten tujuannya untuk berhenti sebagai gay dan untuk memberi kebahagiaan lahir / batin bagi pria gay itu sendiri dan bagi perempuan yang dinikahi.
    Mari bertanggung jawab dengan pilihan hidup kita, menjadi pria gay berarti akan bersama/menikahi pria gay juga.
    Jangan korbankan orang lain (perempuan) hanya karena belum yakin (berani) dengan pilihan hidup menjadi seorang gay.
    So, if you are married, please stop being a gay.

    cheers!

  3. Kenapa orang lain yang nikah, pemerintah Indonesia yang ribet ? #anehtapinyata
    Padahal kan ga ngerugiin negara, kalo masalah dosa negara bisa apa ?

Tinggalkan Balasan