Gay Behaviour

Tak bermaksud untuk menyamaratakan setiap karakter individu manusia yang kemudian dikaitkan dengan orientasi seksual mereka, namun dari berdasarkan pengalaman serta pengamatan penulis hingga saat ini mengenai dinamika percintaan pasangan Gay dimanapun masih sebatas hubungan seksual saja, memang tidak semua orang melakukan hal seperti ini, banyak juga para pria Gay yang lebih memilih relasi romantis yang kemudian dijalaninya dengan serius serta penuh dengan rasa tanggung jawab, namun yang penulis tau kebanyakan dan kemudian penulis tekankan sekali lagi bahwa tidak semua dari pria Gay belum memiliki relasi cinta yang serius, dibuktikan dari banyaknya postingan di Gay Channel yang hanya memikirikan urusan seks semata, memang berhubungan seksual itu indah dan sangat nikmat, namun apakah hubungan seksual adalah pencapaian terakhir dari orientasi seksual yang kita miliki ? tentu saja tidak !!!

Masalah seksualitas tentu tidak hanya dirasakan oleh para homoseksual, hal ini juga dirasakan bahkan lebih banyak oleh para biseksual serta heteroseksual yang mana hal seperti ini memang sudah menjadi rahasia publik yang tergolong biasa ditemukan ditengah-tengah masyarakat seperti kesehatan, perselingkuhan, lokalisasi, kekerasan, pelecehan, budaya patriaki, dan masih banyak lagi masalah lainnya.

Terkadang aku agak sedikit ragu tentang sebuah mimpi, ketika pasangan Gay dapat menikah di negara Indonesia, mungkin hal tersebut dapat sedikit membantu pria Gay untuk sedikit menghargai akan pentingnya sebuah kesetiaan dalam menjalani sebuah ikatan cinta, dan mengembalikan kata cinta yang suci menjadi hal-hal yang jauh dari hanya kepuasan semata, bukankah cinta itu antara hati dengan hati manusia, bukan antara jenis kelamin mereka ?

Lantas apakah kita akan mengadposi masalah-masalah dari budaya heteronormatif antara relasi laki-laki dan perempuan, menjadi masalah-masalah  bagi diri kita sendiri dikalangan homoseksual ? kita sendirilah yang dapat menentukannya, mengatur serta mengendalikan kisah cinta yang ingin kita capai seperti apa nantinya.

 

3 tanggapan untuk “Gay Behaviour

  1. pak penulis.
    tidak perlu muluk dengan angan angan pernikahan gay di indonesia.
    bisa menetap dengan satu pasangan saja, adalah hal yg too good to be true.
    tapi saya setuju, tidak ada salahnya memiliki “tujuan” (saya lebih memilih kata tsb daripada menggunakan kata “mimpi”).
    karena “tujuan” itulah salah satunya yang mendefinisikan saya sebagai mahluk hidup.

    blog nya bagus pak! i hold my laugh deeply by reading the tag line of this blog. lol
    keep up the good work!

    cheers!

Tinggalkan Balasan