GAY and Revolusi Mental

Sahabat Ardians masih ingat dengan pernyataan Revolusi Mental sebagai tagline nya presiden baru kita Joko Widodo, pada saat kampanye Jokowi sudah memperkenalkan visi-misinya untuk Indonesia dalam 5 tahun kedepan.

Revolusi Mental adalah sebuah upaya perubahan pada mental lama menuju perubahan dengan mental yang baru yang cukup mendasar di suatu bidang kehidupan, jadi sudah gak heran ketika Revolusi Mental menjadi langkah utama Jokowi – JK setelah terpilih menjadi presiden.

Baiklah, sekarang aku bakalan mengajak kalian untuk sedikit menengok implementasi dari Revolusi Mental yang selama ini Jowoki-JK gadang-gadangkan.

Belum genap satu bulan Jokowi menjabat sebagai presiden RI, salah satu menteri yang diberikan kepercayaan oleh Jokowi-JK yang saat ini tengah terkenal mengalahkan Artis Fenomenal Beyonce Knowles haha, yaitu Susi Pudjiastuti si pemilik SUSI AIR yang berasal dari Pangandaran Jawa Barat, yang memiliki gaya khas juga berbeda dengan para menteri pada umumnya, yang hingga saat ini masih menjadi perdebatan publik, kenapa ada menteri yang cuma lulusan SMP ? kenapa seorang Menteri kok peminum alkohol, perokok dan bahkan memiliki tatto ?

Menurut aku sejauh ini, hal yang sudah dilakukan oleh Jokowi-JK sudahlah tepat, karena ini merupakan bagian kecil dari implementasi Revolusi Mental yang sebenarnya, tentunya siapa saja memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dalam pembanguan bangsa, selagi orang tersebut memiliki kompetensi yang baik dan tidak cacat hukum, mengedepankan kemampuan individu daripada memperdulikan apa yang sejumlah orang ungkapkan, tentunya hal ini sangat menguntungkan buat kita semua sebagai Sahabat Ardians di Indonesia, dalam pemerintahan kedepannya diharapkan gak akan lagi yang mempermasalahkan orientasi seksual seseorang, entah itu Lesbian, Gay, Biseksual ataupun Transgender aku yakin dalam Revolusi Mental ini akan terjadi sebuah pola pikir baru yang tertanam di masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai Diversity, Manusiawi dan Tenggang Rasa antar sesama manusia, membuat mental masyarakat Indonesia menjadi lebih siap menuju masa depan yang lebih baik, jadi kesempatan kita sebagai LGBT untuk terlibat akan semakin besar, terutama terlibat dalam bidang pemerintahan, pendidikan maupun dunia kerja.

Dan hal yang baru saja terjadi dalam pekan terakhir ini mengenai kasus karyawan warung sate yang membully presiden Jokowi, satu alasan menurutku kenapa orang tersebut dipidanakan, karena dalam kehidupan masyarakat Indonesia, seperti sudah menjadikan Bullying seperti budaya dalam kehidupan sehari-hari, tentunya mereka tidak menyadari bahwa Bullying itu berindikasi pada pencemaran nama baik, penghinaan, pelecehan ataupun kekerasan secara verbal, memang menjadi masalah besar yang harus ditangani dengan serius oleh Negara ini, terlebih masalah Bullying ini sangat rentan terhadap komunitas LGBT di Indonesia.

Baru beberapa hari Jokowi-JK menjabat, sudah banyak pelajaran baru yang bisa kita semua dapatkan, semoga Revolusi Mental ini dapat membangun mental masyarakat Indonesia menjadi lebih baik lagi, terutama mental dalam menerima dan menghargai setiap berbedaan di Indonesia.

 

 

2 tanggapan untuk “GAY and Revolusi Mental

Tinggalkan Balasan