Dear Alam

Dear Alam, aku memang sangat sering melupakanmu, rasa syukurku selalu tidak terucap karena kebaikanmu, bahkan ketika aku makan, seringkali aku mengucapkan terimakasih ketika berkat makanan yang kamu berikan telah dicerna sebagian tubuh.

Dear Alam, apakah kamu masih ingat kapan aku terakhir meminta? Setiap kali aku bepergian dengan sebuah pesawat, aku selalu merasakan kehadiranmu, dan berharap hal-hal terbaik yang akan kamu lakukan.

Dear Alam, yang aku pahami bahwa kamu diatas semua hal yang lain, dan semua kekuatan yang aku butuhkan ada pada kuasamu. Aku tidak bertanya, Alam, mengapa kamu memberi cobaan hidup sebesar ini. Sebaliknya, aku hanya meminta bahwa didalam hidup aku hanya ingin diberikan kekuatkan.

Dear Alam, terkadang aku merasa seperti tidak bisa melanjutkan. Rasa sakit dan rasa takut itu terlalu berat bagiku, dan aku tahu bahwa aku tidak memiliki kekuatan sendiri untuk melewati ini.

Dear Alam, aku tahu bahwa aku dapat mengucapkan segala sesuatu kepadamu, dan bahwa kamu yang akan mendengarkan setiap permohonan-permohonannya. Aku tahu bahwa bukan maksudmu untuk membawaku ke titik ini hanya untuk meninggalkan aku di padang belantara sendirian.

Dear Alam, semoga aku bersyukur atas hidup, dan berbelas kasih kepada semua makhluk yang ada. Hatiku terganggu tapi aku akan melakukannya dan berusaha untuk membuatnya percaya, sebagai kebijaksanaanmu yang tak terbatas
akan menunjukkan padaku jalan yang cerah seperti mentari yang selalu menyinari, seperti udara yang selalu berharga, seperti air yang selalu mengalir, dan seperti tanah yang tak pernah kenal rasa lelah.

Tolong aku Alam, berikan aku kekuatan yang harus aku hadapi akhir-akhir ini. Karena aku terlalu khawatir tentang hari ini, besok dan seterusnya.

Tinggalkan Balasan