Tes HIV di Carolus – Klinik Ramah LGBT

Setelah kemarin ada pembahasan mengenai ‘’Apakah Gay itu penyakit’’ sekarang aku mau berbagi pengalaman aku, jadi Minggu lalu aku dapet kenalan dari orang LSM Yayasan Inter Medika Jakarta, katanya sih LSM itu bergerak dibidang sosial dengan isu kesehatan seksual dan reproduksi buat komunitas Gay yang ada di Jakarta, ketika aku tanya ke temen-temen, mereka ternyata udah tahu lebih dulu daripada aku sendiri, mungkin begitu juga dengan kalian semua.

Singkat cerita aku diajak ngobrol lah ya sama orang dari LSM itu, terus aku juga sedikit kepo tentang apa yang mereka kerjakan, ternyata mereka sering loh membuat acara berbagi informasi tentang kesehatan seksual gitu, ditempat-tempat nongkrong Gay seperti Diskotik, SPA, Mall dan lainnya terus aku juga dapet kondom + pelicin serta bahan bacaan secara gratis, wah baik banget ya mereka, terus aku tanya sama orang dari LSM tersebut, terus kalau aku mau periksa kesehatan seksual aku dimana ya ? Dia pun memberikan aku beberapa rekomendasi klinik dan puskesmas untuk melakukan pemeriksaan mulai dari yang Gratis dan Berbayar, karena aku adalah Gay yang suka GRATIS-an hahaha akhirnya aku punya pilihan buat aku datengin, dan kebetulan gak jauh dari rumah aku saat ini.

Pagi-pagi aku dateng ke Ruang Carlo, di Rumah sakit Salemba Carolus Jakarta Pusat, aku ketok lah ya pintu ruangannya, ternyata disana sudah ada beberapa Suster dan Dokter, sebelumnya aku agak malu sih buat periksa, karena ini pengalaman pertama  buat cek kesehatan seksualku, belom lagi aku takut ketauan kalau aku ini seorang Gay, wah nanti aku diceramahin lagi, tapi well aku positif thinking aja, karena ini juga buat kesehatanku sendiri.

Awalnya aku melakukan pendaftaran disana, terus aku mengisi formulir data diri aku serta menandatangani ketersediaan ku untuk melakukan cek HIV dan kesehatan seksual, terus aku langsung masuk ke suatu ruangan konseling, ternyata sebelum pemeriksaan aku seperti dikuatkan dulu dengan gaya konseling Dokter yang sangat ramah, ketika aku bilang bahwa aku pengen cek HIV dan kesehatan seksualku karena aku takut tubuh aku yang cakep ini beresiko terkena penyakit, feeling aku sih Dokter nya paham kalau aku ini seorang Gay, dan ternyata bener, si Dokter gak mempermasalahkan orientasi seksualku, katanya sih memang banyak komunitas Gay yang periksa disini, aku sih yakin karena pelayanannya ramah banget, makanya banyak orang yang kesini.

Setelah konseling terus aku diambil darah dong ya buat mengetahui apakah darah aku sudah ada virus HIV nya atau tidak, dan ada penyakitnya atau tidak, dengan sopan Dokter bilang bahwa ini jarumnya baru ya Mas, si Dokterpun membuka jarum tersebut, aku sih gak takut, karena biasanya aku dapetin jarum yang 100 kali lebih besar dari itu hahaha, lalu setelah itu aku menunggu hasil dari laboratorium sekitar 30 menit dan duduk manis sambil nonton TV dan menggunakan fasilitas free WiFi diklinik tersebut.

30 menit sudah berlalu, datanglah hasil dari pemeriksaan, dan si Dokter mempersilahkan aku masuk kedalam ruangan kembali, ternyata sebelum membuka hasilnya aku di konseling lagi, mungkin Dokter seperti menguji mental aku bagaimana jika hasilnya nanti positif, dan apa yang akan aku lakukan terhadap apapun hasil yang diterima, terus Dokter bertanya hasilnya mau Mas yang buka atau Dokter saja yang buka, karena belum paham aku minta Dokter saja yang membuka hasilnya, wah hati ini berdebar-debar seperti pengalaman pertama aku ditembak sama cowok hahaha, sebelum itu aku sempat bertanya kepada Dokter bagaimana jika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan misalnya aku ternyata positif HIV, Dokterpun tersenyum sambil berkata ‘’nanti Dokter akan membantu merekomendasikan langkah-langkah kedepannya jika seandainya hasilnya positif dan akan memperkenalkan aku kepada kelompok dukungan, yang beranggotakan orang-orang yang sudah positif HIV untuk memperoleh support dari mereka”, lalu dibukalah hasil dari laboratorium yang masih tersegel rapih dan kemudian Dokterpun menjelaskan hasilnya.

Pengalaman ini sangat memberikan pelajaran buat hidup aku, bagaimana caranya aku menjaga tubuh aku yang sehat ini biar tetep sehat, serta mempertahankan status yang aku miliki dengan cara melakukan hubungan seks yang aman.

Dengan bahagia aku pun keluar dari ruangan tersebut, dan ternyata memang benar semuanya Gratis, tidak sepeserpun uang yang aku keluarkan untuk melakukan pemeriksaan ini, wah seneng banget, dengan fasilitas yang baik serta keramahan para petugas kesehatan disini aku bisa menikmatinya secara cuma-cuma, terlebih ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup aku kedepannya.

Sekedar informasi Ruang Carlo, di Rumah Sakit Salemba Carolus ini buka setiap hari Senin – Jumat jam 08:00 pagi sampai dengan jam 20:00 malam, dan pada hari Sabtu buka jam 08:00 sampai dengan jam 12:00 siang.

Narasumber : Putera

“Gay yang betanggung jawab adalah Gay yang peduli terhadap kesehatan dirinya sendiri”

 

 

7 tanggapan untuk “Tes HIV di Carolus – Klinik Ramah LGBT

  1. pengalaman tahun lalu ke ruang carlo, prosesnya mudah. ada rasa aman dan nyaman bagi saya yg masih sembunyi sebagai gay pengguna grindr. tanpa unjuk KTP. tidak ditemukan masalah dengan semua informasi identitas alias, kecuali sample darah yg aseli diambil langsunh dari tubuh saya.

    tadi siang saya ke ruang carlo.
    kali ini agak berbeda pengalaman nya. saya kembali menggunakan identitas alias.
    kali ini suster memaksa saya memberikan tanggal lahir aseli, utk retrive data tahun lalu.
    sebagai gay yang tertutup sekali, ini membuat saya sangat tidak nyaman.
    saya batal periksa. lol.
    bukan salah suster, saya memang terlewat paranoid.
    lol.
    *harusnya saya mengaku sebagai pasien baru* lol

    apakah masih ada tempat tes yg tidak mempermasalahkan identitas? mohon informasinya.

Tinggalkan Balasan