Cinta atau Nafsu ?

Hai Sahabat Ardians pasti kangen aku kan ? setelah beberapa Minggu ini kehidupanku lagi gak produktif, akhirnya malam ini penulis dapat inspirasi dari pengalaman yang didapatkan kemarin.

Sebelum kita membahas inti dari artikel ini, kita akan sedikit mengulas tentang kisah hidupku selama beberapa tahun kebelakang, setelah sering gonta ganti pacar adakalanya aku merasa bosan dengan petualangan cinta yang pernah di jalani.

Kala itu biasanya aku selalu memilih untuk melakukan hubungan seksual tanpa adanya suatu ikatan pacaran, gampang banget buat dapetin itu hanya dengan membuka gay application seperti Grindr, Hornet dan sejenisnya, hal itu di lakukan setelah aku merasa trauma dalam menjalani pasang surut percintaan, setelah 16 bulan  menjalani pacaran serius dengan seseorang, akhirnya kembali harus terluka karena ditinggal pasangan untuk menikah, demi apapun aku bisa merelakan kepergiannya meskipun itu sangat tidak mudah, harus galau beberapa bulan, harus menangis dan ah rasanya gak pernah mau lagi ngalamin hal serupa.

Namun sadar gak sih kalian, ternyata Fun saja tidak cukup untuk kita, adakalanya kita butuh seorang pacar yang memang selalu ada buat kita, disaat lagi bahagia ataupun disaat lagi punya banyak masalah, pacar yang selalu menjadi pendengar yang baik serta menjadi guru disaat kita sedang melakukan kesalahan.

Well dalam beberapa bulan kebelakang ceritanya aku sudah bisa move-on dari semuanya, dan kini memiliki niat untuk menemukan kembali cinta sejati, yang memiliki satu prinsip untuk menjalani kisah cinta dengan waktu yang sangat lama, entah ada atau tidak yang jelas aku sudah berusaha untuk mendapatkannya, sebelum aku mendapatkan apa yang diinginkan, aku juga sudah merubah kepribadian yang sesuai dengan apa yang di harapkan dari orang lain, menjadi seseorang yang berkomitmen akan sebuah kesetiaan.

Dalam menemukan hal tersebut memang sangat tidak mudah, seperti tadi malam, jadi awalnya seorang teman memperkenalkan aku pada seorang duda muda yang keren, proses pendekatan melalui BBM sudah berlangsung selama 2 Minggu, dia perhatian dan begitupun sebaliknya, dia bilang lagi cari pacar serius dan bla-bla-bla tak jarang kamipun sering berdiskusi mengenai masalah pribadi masing-masing seperti membicarakan keluarga, pekerjaan dan hobi, so far sih sudah merasa cocok dengan si dia.
Terus kita ketemuan lah ya, dia menjemputku didepan rumah, dan kita bergegas pergi kesuatu resoran disekitar Ancol, sedikit nervous sih sepanjang perjalanan kita berbincang-bincang dan sedikit membahas mengenai Relationship, wah sudah menjurus tuh si dia hahaha

Setelah sama-sama nyaman melakukan pendekatan satu sama lain dan juga kenyang hehe akhirnya kita memutuskan untuk bergegas pulang, dan si dia juga berniat mengantarkan pulang kembali, diperjalanan kita masih ngobrol-ngobrol santai sambil menikmati suasana malam Minggu kota Jakarta.

Ditengah perjalanan dia mengundangku untuk datang ke apartmentnya didaerah kelapa gading malam itu, aku sedikit menerawang jauh, mungkin ini adalah sifat negative thinking  bahwasannya jika aku pergi ke apartmentnya maka kita akan melakukan hubungan seksual, yang tentunya ini bertolak belakang dengan prinsipku dalam beberapa bulan terakhir yang ingin memenukan cinta sejati, saat itupula aku menolak untuk mampir ke singgasananya, aku berkata jujur bahwa gak mau melakukan sesuatu lebih jauh, terlebih kita baru saja mengenal satu sama lain, namun setelah itu si dia pun tetap berusaha menggoda dengan kata-kata cinta dan ucapan sayang, bukan karena aku so jual mahal, tapi kembali lagi bahwa ini soal prinsip. disaat dia meminta untuk berciuman, keduakalinya aku menolak, ketika si dia bilang bahwa dirinya sedang merasa Horny, dengan santun aku pun segera meminta untuk mencari pembahasan lain.

Finally aku sampai didepan rumah, dan gak lupa untuk mengucapkan terimakasih atas malam yang menyenangkan ini, sebelum turun dari mobilnya. Semuanya diluar ekspektasi, aku pikir si dia berbeda dengan orang-orang yang sudah kenal lebih dulu, tapi ternyata hampir sama saja, entah sampai kapan aku akan tetap berpegang teguh pada prinsip saat ini, yang jelas aku akan selalu menunggu seseorang yang aku inginkan, sampai akhirnya aku akan merasa lelah mencari pada suatu hari nanti, walaupun sometimes aku sedikit ragu akan namanya cinta sejati, terlebih relasi gay masih belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat Indonesia, tentu saja hal tersebut mungkin akan sedikit berdampak pada proses relasi gay itu sendiri.

”Gay tidak identik dengan kata pemburu seks, Gay adalah sebuah identitas dan itu bukanlah cerminan dari sifat setiap orang”

 

3 tanggapan untuk “Cinta atau Nafsu ?

Tinggalkan Balasan ke Iboy Artiza Batalkan balasan