Caraku Bertahan Hidup Dengan HIV

Hai Sahabat Ardians, sudah lama kita tidak bertemu melalui tulisan, sudah lebih dari 2 Minggu aku cukup produktif dalam kehidupan nyata. Hidup sebagai orang HIV positif pastinya adalah sebuah tantangan, dan banyak dari masyarakat menyebutku sebagai “survivor” atau seseorang yang berjuang dalam menyelamatkan hidupnya. Tapi menurutku sebenarnya hidup dengan HIV positif itu sebenarnya lebih mudah daripada yang mereka pikirkan.

Tahun 2018. Itu artinya sudah 7 tahun aku hidup bersama virus HIV. Maka sedikit banyaknya aku mampu berbagi cerita mengenai bagaimana caraku untuk bertahan selama ini. Rasa sedih memang pernah muncul dan itu bersifat normal, namun aku selalu memotivasi diriku sendiri bahwa aku tidak boleh kalah dengan semua keadaan ini, hal yang sama selalu aku ungkapkan kepada beberapa temanku yang kurang lebih memiliki perjalanan hidup yang tidak jauh berbeda.

Pada beberapa kesempatan aku bertemu dengan teman-teman yang hidup dengan HIV, ada yang baru beberapa bulan terdiagnosis serta ada juga yang sudah bertahan selama belasan hingga puluhan tahun. Ada banyak cerita menarik dan berbeda dalam menjalani hidup yang sehat, dan mungkin saja caraku ini juga berbeda dengan apa yang selama ini sahabat Ardians terapkan pada setiap kehidupannya.

Lantas bagaimana caraku mampu bertahan hidup selama 7 tahun ini?

1. Tes HIV Secara Rutin
Saat aku berusia 19 tahun, dan pada saat pertama kalinya melakukan tes HIV. Pada saat itu juga aku mengetahui bahwa aku seorang HIV positif. pembelajaran yang dapat aku petik dari pengalaman hidupku pribadi adalah bahwa kita harus melakukan tes HIV secara rutin atau berkala, terlebih jika kita masih tetap dalam perilaku yang beresiko. Hal tersebut tentu sangat penting karena jika kita mengetahui status HIV kita sedini mungkin, maka kita juga dapat merencanakan langkah selanjutnya dengan baik.

2. Membangun Hubungan Dengan Layanan Kesehatan
Layanan kesehatan sangat berperan penting dalam kehidupan kita setelah mengetahui status HIV ini. Oleh karena itu hubungan yang baik antara kita dengan petugas layanan kesehatan sangat dibutuhkan. Hal tersebut juga sejalan dengan apa yang aku lakukan selama ini, berusaha untuk melakukan pendekatan secara emosional kepada petugas layanan kesehatan. Sehingga petugas kesehatan akan bersenang hati membantuku dalam memenuhi setiap kebutuhan, salah satunya seperti menjadi pengingat disaat aku harus melakukan pemeriksaan rutin, bahkan pengambilan obat setiap 2 bulan.

3. Mempertimbangkan Pengobatan
Saat ini hal utama yang akan direkomendasikan oleh petugas layanan kesehatan adalah menjalani pengobatan ART. Meskipun virus HIV didalam tubuh tidak akan hilang, namun secara medis ART terbukti efektif dapat mengendalikan virus HIV agar tidak bereplikasi. Pengobatan ART bersifat sangat penting dalam pengendalian kesehatan tubuh yang telah terinfeksi HIV. Setelah rasa sedih berakhir, maka pengobatan HIV harus segera dilakukan. ART saat ini jauh lebih mudah dan aman daripada sebelumnya. Meskipun efek sampingnya mungkin saja terjadi, namun dari apa yang aku rasakan selama ini, pengobatan ART sangat bermanfaat dan secara langsung dirasakan dalam kelangsungan hidup, dan ini juga mengurangi risiko penularan HIV terhadap orang lain.

4. Berkonsultasi Dengan Dokter
Dokter adalah sahabat kita dalam mengatur kesehatan, oleh karena itu Dokter perlu mengetahui terkait apapun yang terjadi didalam hidup kita. Misalnya kita telah mengkonsumsi alkohol atau narkoba? mengkonsumsi jenis obat-obatan yang lain? mendapatkan tekanan atau perasaan cemas? depresi, sulit tidur, makan atau berhubungan seks?
Berdasarkan pengalamanku, Dokter tidak akan menghakimi, justru Dokter akan menjadi pendengar setia dan melibatkanku dalam meminimalisir masalah yang aku alami. Dan mereka tidak dapat membantu jika mereka tidak tahu bahwa kita sedang berada dalam masalah.

5. Minum Obat Secara Teratur
Jika kita telah memulai pengobatan ART. Maka yang harus kita perhatikan berikutnya adalah konsistensi dalam mengkonsumsi obat tersebut sesuai dengan dosis yang Dokter jelaskan. Perlu kita ketahui bahwa ART sangat dibutuhkan tubuh yang telah terinfeksi HIV berguna untuk menekan jumlah virus agar tidak berkembang lebih banyak. Melewatkan dosis dapat menimbulkan konsekuensi serius, seperti membuat virus HIV tersebut kebal terhadap pengobatan ART. Jika sekiranya kita berjuang dengan kepatuhan, bicaralah kepada petugas kesehatan segera mungkin. Aku selalu mengubah mindset bahwa obat yang setiap hari aku minum adalah sebuah vitamin. Hal tersebut cukup membantuku dalam mengurangi rasa bosan dalam mengkonsumsinya.

6. Belajar Lebih Banyak Tentang Hidup Dengan HIV
Hidup dengan HIV bukan hanya berkaitan dengan obat-obatan saja, ada banyak hal lain yang juga sangat perlu kita pahami, seperti halnya belajar lebih banyak mengenai HIV itu sendiri. Dimulai dari pencegahan dan juga pengobatan secara efektif. Pemahaman Hak Asasi Manusia, Psikologi dan Sosial juga sangat diperlukan. Sahabat Ardians bisa memulainya dengan berdiskusi dan membaca beberapa ceritaku pada website ini atau beberapa website lainnya seperti website ini . Selain itu kita juga dapat belajar secara langsung melalui LSM HIV AIDS terdekat, dan bergabunglah bersama Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) berguna untuk meningkatkan pengetahuan serta kualitas hidup yang kita miliki.

7. Hidup Sehat
Hidup yang sehat perlu didukung oleh pola hidup yang seimbang, seperti melakukan olahraga, makan dan istirahat cukup, serta jangan lupa bahagia. Buatlah pikiran kita menjadi lebih bermakna, berusaha untuk menerima segala sesuatu yang telah berlalu, dan fokuskan diri kita kepada hal-hal yang dipersiapkan untuk masa depan. Berkontribusi pada lingkungan sekitar akan pentingnya informasi HIV sebagai upaya pencegahan, serta meminimalisir stigma dan diskriminasi dari ketidakpahaman masyarakat.

Tinggalkan Balasan