Caraku Berdamai Dengan HIV

Tujuh tahun yang lalu, setelah di sebuah klinik aku didiagnosis telah terinfeksi HIV, bukan tanpa alasan aku bisa bertahan selama ini, meski pada mulanya aku sulit menerima status HIV ini, namun lambat laun dengan hadirnya mimpi, aku kembali bangkit dari keterpurukan, dan mulai merencanakan perjalanan hidup bagiku dan juga teman-temanku.
Perilaku seksual beresiko memang cukup dekat dalam kehidupanku saat itu, sahabat semua dapat membaca kembali pengalamanku disini.

Setelah mengetahui semuanya, aku mencoba untuk mencari cara bagaimana berdamai bersama nafas yang tersisa, hidup hanya satu kali dan dengan cara apapun manusia pasti akan mati, tapi aku berusaha memotivasi diri sendiri dan berpikir bagaimana caranya pada sisa hidup ini aku dapat bermanfaat bagi siapapun, setidaknya tidak ada lagi anak-anak muda yang memiliki pengalaman hidup sepertiku, karena semua ini bisa dicegah bersama-sama, salah satunya adalah dengan cara belajar dari beberapa pengalaman hidupku.

Setelah mengetahui aku terinfeksi HIV, kemudian aku bergabung menjadi relawan di Yayasan Inter Medika, disana aku belajar mengenai hal apapun yang berkaitan dengan hidup sebagai ODHA, disana aku mendapatkan banyak sekali dukungan serta berbagai cerita dalam setiap perjalanan hidup teman-teman lainnya, banyak sekali hal yang menginspirasi, selain menambah wawasanku terhadap sakit yang aku alami, disana aku juga mendapatkan pemahaman dalam merencanakan hidupku selanjutnya.

Beberapa bulan aku berproses dalam berbagai kegiatan, aku mengamati bahkan melihat sendiri ketika ada beberapa sahabat yang menyerah pada situasi ini, ada yang tidak bersedia melakukan terapi ARV, ada yang berhenti atau tidak melanjutkan terapi dengan berbagai alasan, hingga akhirnya aku mengetahui beberapa sahabat meninggal dunia karena mereka sudah merasa putus asa.

Aku tidak bisa bertahan hanya dengan mengamati masalah ini terus menerus, aku ingin sekali membantu mereka, setidaknya bersama-sama untuk menyelesaikan satu persatu masalah yang dihadapi, meskipun aku tau, bahwa aku tidak akan mungkin bisa menyelamatkan dunia ini sendirian, karena peran dari keluarga dan sahabat lainnya tentu juga sangat diperlukan, bekerja sama untuk memperbaiki semua peristiwa yang akan berakhir dalam sebuah air mata.

Tidak ada rasa malu ataupun merasa rendah diri ketika aku harus terbuka dengan status HIV ini, aku memulainya dalam lingkungan terkecilku terlebih dahulu, ketika aku berusaha meyakinkan salah satu keluarga dan juga beberapa sahabat bahwa aku akan baik-baik saja, tidak ada hal yang berbeda antara aku dengan mereka semua, hanya saja aku harus lebih menjaga pola hidupku supaya menjadi lebih sehat dan tetap menjalankan beberapa pesan dokter, seperti selalu bahagia, berolah raga dan konsisten dalam mengkonsumsi obat yang harus aku minum setiap hari.

Aku tau bahwa terbuka sebagai ODHA mungkin akan menjadi sulit, terutama jika diluar sana banyak sekali orang yang tidak dapat menerimanya, namun aku percaya bahwa setiap manusia itu berbeda, dengan pandangan dan pemahaman yang juga berbeda, bukan untuk mencuri simpati tapi aku hanya memiliki sebuah mimpi, bahwa aku tidak ingin diluar sana ada banyak orang-orang yang mengalami hal seperti apa yang aku alami.

Aku hanya ingin mengabdi dan berusaha bahwa suatu saat situasi ini akan menjadi lebih baik, bagaimanapun caranya, dimanapun aku berada hanya satu hal yang perlu aku lanjutkan bahwa suatu hari, apa yang aku harapkan pasti akan menjadi kenyataan.

4 tanggapan untuk “Caraku Berdamai Dengan HIV

Tinggalkan Balasan