Ada apa dengan KTP ?

Baru-baru ini kita sedang disibukan oleh sebuah pro-kontra mengenai wacana pengosongan kolom agama pada kartu tanda penduduk, agak sedikit heran sih dengan wacana ini, karena menurutku pemerintah terlalu sibuk membuka wacana baru yang bukanlah menjadi prioritas/ kebutuhan utama masyarakat, jauh sebelum pemerintah bermaksud untuk  menghapus kolom tersebut seharusnya pemerintah harus mulai bergegas membenahi sistem pembuatan KTP terlebih dahulu, apakah akses pembuatan KTP mudah didapatkan terutama untuk masyarakatnya yang terlantar, contohnya remaja jalanan yang tempat tinggalnya tidak menetap, atau mungkin waria yang sesekali mengalami hambatan dalam pembuatan KTP dikarenakan jenis kelamin dengan ekspresinya yang berbeda, tentunya banyak hal yang merugikan mereka ketika mereka sulit mendapatkan sebuah kartu identitas, seperti akses untuk mendapatkan perlindungan/ bantuan hukum, pendidikan, pekerjaan ataupun mengakses layanan kesehatan yang tentunya sudah dialokasikan dalam sebuah program yang baik dari pemerintah negara, tentunya kita berharap pemerintah dapat segera mengakomodir kebutuhan mereka, terutama dalam membantu serta mempermudah mereka dalam memenuhi hak mereka untuk mendapatkan kartu identitas sebagai seorang warga negara.

Terlebih kolom agama yang akan segera dihapuskan oleh pemerintah saat ini, aku sih setuju banget, karena biar bagaimanapun agama itu adalah suatu kepercayaan atau iman yang ada didalam hati individual masing-masing, itu adalah hal personal antara manusia dengan Tuhannya yang mungkin saja semua orang tidak berhak untuk tahu akan hal itu, setiap orang pasti memiliki kepercayaan yang berbeda-beda terlebih di Indonesia saat ini hanya mengakui 6 agama saja, diluar itu masyarakat tidak dapat memilih untuk mencantumkan nama agama yang mereka yakini, tentunya hal tersebut menjadi pemaksaan seseorang untuk mengimani suatu agama yang sudah ditentukan oleh negara.

Agama adalah hal yang bersifat individualisme cukup kita dan Tuhan saja yang tahu, dan itu gak jauh beda dengan masalah peran seseorang diranjang, cukup kita dan pasangan  aja yang tau kan ? perlukah juga kita mencantumkan orientasi seksual atau role kita ditempat tidur ? tentu saja tidak bukan, atau mungkin yang paling penting seharusnya pemerintah memberikan kolom gender di kartu identitas tersebut, karena tidak semua orang tahu bahwa di Indonesia ini memiliki 3 gender yaitu laki-laki, perempuan dan juga transgender, dikarenakan tidak semua orang yang memiliki penis merasa nyaman dijuluki sebagai seorang laki-laki, tidak semua orang yang memiliki vagina juga merasa nyaman dijuluki sebagai seorang perempuan, kartu identitas seharusnya mampu mengakomodir sebuah identitas sesuai dengan keinginan orang itu sendiri terutama dalam memperkenalkan identitas dirinya kepada orang lain.

 

 

Satu tanggapan untuk “Ada apa dengan KTP ?

Tinggalkan Balasan